Kampus Kendari

Viral Berita Gugurnya Seorang Balon Rektor UHO, Ketua Senat: Tidak Serta Merta Digugurkan, Semua Ada Aturannya

DURASISULTRA.ID, KENDARI – Tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menuai perhatian publik. Setelah sempat mengalami penundaan penentuan 3 besar Calon Rektor UHO pada Senin (12/4/2021) lalu, pagi tadi (19/4/2021) penentuan 3 besar kembali ditunda karena adanya Surat Rekomendasi bernomor 0263/E.E4/KP.07.00/2021 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktotrat Jenderal Pendidikan Tinggi tertanggal 15 April 2021 yang ditujukan kepada Ketua Senat UHO.

Pada surat tersebut disebutkan bahwa salah seorang bakal calon (balon) rektor, yakni Muhammad Zamrun Firihu telah melakukan tindakan plagiasi, sehingga dianggap tidak memenuhi syarat dalam penjaringan bakar calon rektor UHO 2021-2025.

Ketua Senat UHO, Prof Takdir Saili, membenarkan terkait keberadaan surat tersebut. Namun beliau menjelaskan bahwa surat itu sebatas rekomendasi dan tidak serta merta langsung dilaksanakan oleh Senat.

“Tidak ada yang digugurkan, tidak serta merta ada yang digugurkan dan diloloskan, semua itu ada aturannya,” tegas mantan Dekan Fakultas Peternakan UHO tersebut.

Ia menambahkan bahwa senat akan melakukan pemeriksaan terkait tulisan atau karya ilmiah yang disangkakan dalam hasil pemeriksaan Kemendikbud yang tertuang dalam surat tersebut.

“Jadi tadi isi surat itu yang dibahas, kesimpulannya bahwa senat tidak serta merta menjalankan isi rekomendasi itu karena ada dua pertimbangan yaitu pertama, Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 penanganan masalah plagiat itu wewenang senat bukan orang lain, maka itu kami (senat-red) akan memeriksa terkait dugaan itu,” terangnya.

“Kedua, masih dalam permendiknas Nomor 17 tahun 2010, di dalamnya dinyatakan bahwa bagi seseorang yang dituduh plagiat, diberikan hak untuk melakukan klarifikasi, dua-duanya itu tidak pernah dilakukan oleh kemendiknas, langsung ditetapkan, makanya tidak serta merta kami menjalankan rekomendasi itu,” imbuhnya.

Baca Juga  Wagub Sultra: Kerukunan Umat Beragama Merupakan Nilai Luhur, Harus Terus Dikembangkan

Prof. Takdir menegaskan bahwa pada intinya senat harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Yang jelas saat ini tidak ada yang digugurkan dan diloloskan. Kesimpulan rapat senat tadi siang, semua menunggu hasil pemeriksaan senat dan klarifikasi Pak Zamrun di Pusat,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2017 yang lalu, Tim Investigasi Dugaan Plagiasi Karya Ilmiah, Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah melakukan klarifikasi karya ilmiah yang dipersoalan tidak termasuk kategori tindak plagiasi, sehingga Muhammad Zamrun Firihu yang waktu itu terpilih dalam Pilrek dapat dilantik sebagai Rektor.

“Setelah melakukan kajian mendalam. Berdasarkan fakta yang ditemukan dan analisis yang dilakukan, kami berkesimpulan bahwa isi ketiga artikel Saudara Dr. Muhammad Zamrun Firihu tidak termasuk kategori tindak plagiasi,” kata Prof. Dr. John Hendri, M.S, anggota tim investigasi Dirjen Ristek Dikti pada Juli 2017 yang lalu.

Mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir, juga telah menegaskan bahwa karya ilmiah yang dipersoalkan telah dicek oleh tim independen dari Direktorat Sumber Daya, Direktorat Pembelajaran, Direktorat Kelembagaan Tim, dan hasilnya tidak ditemukan plagiasi. (MAIM)

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *