Islam Kendari

Tutup Musda VI MUI Sultra, Wagub: Kerja-kerja Pemerintah Tanpa Peran Ulama Akan Mengakibatkan Guncangan

 

DURASISULTRA.ID, KENDARI – Penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) ke VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Plaza Kubra telah berakhir. Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra), H. Lukman Abunawas, Ahad (24/01/2021).

Mengawali sambutannya, Wagub Sultra mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Mursyidin selaku Ketua MUI Prov. Sultra dan Prof. Abdullah Al Hadza selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prov. Sultra Masa Bakti 2021 – 2026.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara mengucapkan selamat atas terpilihnya kepengurusan untuk lima tahun mendatang. Semoga bisa senantiasa seiring dan sejalan dengan program-program pemerintah,” ujarnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Prov. Sultra ini mengungkapkan bahwa ada 2 unsur penting di tengah-tengah masyarakat, yang jika kedua unsur tersebut senantiasa bersikap dan berperilaku baik serta amanah dalam menjalankan perannya masing-masing, maka insya Allah kondisi bangsa dan daerah akan selalu mendapatkan rahmat Allah dan dijauhkan dari malapetaka.

“Kedua unsur tersebut adalah Umaro (Pemeritah) dan Ulama,” tegasnya.

“Bapak Gubernur Sultra sebagai Pelindung dan Penasihat MUI Sultra juga telah berkomitmen untuk selalu seiring dan sejalan dengan para ulama kita, utamanya yang tergabung dalam MUI Sultra,” imbuhnya.

Ket: Wagub Sultra Bersama Pengurus MUI Sultra dan Ketua MUI Kota/Kabupaten se Sultra

Dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara, menata pemerintahan, menjalankan pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat, Wagub memiliki prinsip bahwa bilamana peran Umaro dan Ulama senantiasa disinkronkan, maka insya Allah semua program yang dicanangkan akan hidup, berimbang dan sukses karena adanya saling dukung antara kedua-duanya.

“Program Majelis Ulama Indonesia identik dengan Program Pemerintah Daerah Provinsi, yaitu Program Sultra Beriman. Bagaimana program ini bisa berjalan dengan baik? Tentu penuntun utamanya adalah Ulama,” tegas Wagub.

Baca Juga  LM Inarto Didukung Ridwan Bae Maju Pilwali Kota Kendari

“Kalau kita tidak hadirkan peran ulama, hanya umaro saja, maka akan mengalami guncangan. Guncangan apa itu? Yah moral. Karena kita di Indonesia ini, jumlah Ummat Islam bisa sampai 90%. Namun secara kualitas, bagaimana menghayati keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’aala, tidak cukup 60%,” ungkapnya.

Wagub sangat menyayangkan dengan fenomena anak-anak muda, utamanya yang beragama Islam, menjadi pecandu narkoba dan sering kali terlibat perkelahian.

“Itu semua sangat menyedihkan bagi kita. Itulah kemudian dibutuhkan peran ulama untuk membimbing anak-anak kita tersebut. Peranan ulama bersama pemerintah harus terus dikuatkan kerjasamanya,” pungkasnya.

Laporan : MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *