Hankam Nasional

Terkait Temuan Drone Laut di Pulau Selayar, Menhan Akhirnya Angkat Suara

Jakarta (durasisultra.id) – Penemuan “drone bawah laut” oleh seorang nelayan di lepas pantai Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, membuat publik ramai membicarakannya.

Drone dengan semacam rangkaian sensor di hidungnya itu memiliki panjang 2,25 meter dan berat 175 kilogram diduga milik China.

Terkait hal tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, mengajak publik untuk tidak berpolemik yang kontraproduktif. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Menteri Pertahanan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai dirilis dalam lama facebooknya, Senin (4/1/2020).

“Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI khususnya Angkatan Laut pasti akan menangani permasalahan tersebut, dan Saat ini TNI AL sudah menyatakan bahwa Drone yang ditemukan tersebut adalah Sea Glider yang biasa digunakan untuk survey data oseanografi, untuk lebih rinci Pihak TNI AL melalui Pusat Hidrografi dan Oseanografi akan menyelidiki lebih lanjut Drone tersebut,” ujar Dahnil.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mengatakan, pemerintah perlu segera menyelidiki untuk mengungkap asal usul drone tersebut.

Jika drone tersebut terbukti milik China atau negara lain, pemerintah harus melakukan protes keras dan melakukan tindakan diplomatik yang tegas.

“Drone bawah air tersebut sudah masuk sangat dalam ke wilayah Indonesia. Ini sinyal bahwa selama ini wilayah laut kita sangat mudah diterobos pihak asing,” ucap Sukamta kepada Okezone, Sabtu (2/1/2021).

Kata Sukamta, sangat mungkin selama ini sudah banyak drone yang berkeliaran di wilayah Indonesia dan mengambil data-data penting geografis dan potensi laut Indonesia. “Artinya keamanan nasional kita sangat rentan. Pemerintah harus serius mengungkap asal usul drone tersebut,” tegasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyorot lemahnya sistem keamanan teritori Indonesia. Menurutnya, hal ini menunjukkan kemampuan pertahanan Indonesia tertinggal dari sisi teknologi.

Baca Juga  Prihatin Nasib Penanganan Korupsi Bansos, PP Lidmi Gelar Webinar Nasional

Terlebih diketahu bahwa ini adalah berita sejenis yang ketiga yang pernah ada setelah sebelumnya temuan benda serupa di Kepulauan Riau pada Maret 2019 dan di perairan Sumenep pada Januari 2020. (OkeZone/Tempo/MAIM)

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *