Buton

Satukan Daratan dan Kepulauan Sultra, Jembatan Tona Akan Jadi Suspension Bridge Terpanjang di Asia Tenggara

DURASISULTRA.ID, REGIONAL– Di antara agenda utama dalam Kunjungan Kerja Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, yang berlangsung selama empat hari di Kota Bau Bau dan Kabupaten Buton ialah melihat Lokasi Utama rencana Pembangunan Jembatan Buton – Muna (Tona) yang terletak di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-lea, Sabtu (30/1/2021).

Jembatan yang memiliki panjang 1,18 Km dan lebar 20 m tersebut akan membentang di atas Selat Buton yang diapit Pulau Buton dan Pulau Muna. Selat Buton adalah jalan pintas perlintasan Bau bau – Benoa – Bitung. Jembatan Tona akan menggunakan Model Konstruksi Suspension Bridge (Jembatan Gantung) karena memperhitungkan kedalaman Selat Buton. Sehingga dari total panjang 1,18 Km tersebut, akan ada bentang utama tanpa tiang sepanjang 762,5 m yang digadang-gadang menjadi yang terpanjang di Asia Tenggara.

Ket: Review Design Jembatan Buton – Muna.
Dok: BPJN Sultra

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, BPJN Sultra, Nasrun Nasiu yang mengungkapkan bahwa Jembatan Tona akan dibangun dengan tipe jembatan gantung dengan bentang utama sepanjang 762,5 meter.

“Setelah dihitung dari perencana, lebih efisien kita menggunakan jembatan gantung dari pada Cable Stayed. Tadinya (panjang betang utama) 600 meter, tapi dengan kondisi setelah diteliti tanahnya dan segala macamnya menjadi 700 meter lebih panjang bentang utama. Dan ini betul (terpanjang se-Asia Tenggara),” ungkap Nasrun.

Ket: Gubernur dan Wali Kota Bau Mendengarkan Penjelasan dari Dinas Terkait
Dok: Kominfo

Gubernur Ali Mazi mengungkapkan, Pembangunan Jembatan Tona sesungguhnya merupakan impian lama yang telah direncanakannya sejak periode pertama ia menjadi Gubernur Sultra di Tahun 2003 yang lalu. Gubernur berkeinginan agar Daratan dan Kapulauan Sultra dapat menjadi satu kesatuan.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Apresiasi Kesiapan Pemprov Sultra Jadikan Asbuton Sebagai Aspal Andalan di Indonesia

“Saya sampaikan Kepulauan Buton dan Muna ini harus jadi satu sehingga betul-betul Sulawesi Tenggara ini menjadi satu kesataun oleh karena itu visi misi saya membangun perantara antar kepulauan menjadi satu kesatuan tidak terpisahkan”, jelasnya.

(MAIM)

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *