Nasional

Presiden Jokowi Tandatangani Perpu Pembubaran Ormas: HTI, ANNAS, MMI, JAT, FUI dan FPI Masuk Daftar

Beredar luas Surat Telegram Kapolri bernomor STR/965/XII/IPP.3.1.6./2020 tertanggal 23 Desember 2020. Surat tersebut ditandatangani oleh Irjen Pol Drs. Suntana, M.Si selaku Wakil Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri.

Surat tersebut berisi informasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Mengenai Pembubaran Ormas.

Dalam Perpu tersebut tercatat ada 6 organisasi kemasyarakat (ormas) masuk dalam daftar yang dibubarkan dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas organisasi, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Jamaah Ansarut Tauhit (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Forum Ummat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI).

“Secara sah tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas organisasinya,” sebagaimana dalam keterangan tertulis pada poin dua Surat Telegram tersebut.

Pada poin sebelumnya disebutkan bahwa alasan pembubarannya adalah karena ormas-ormas tersebut tidak disesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Mengenai permasalahan ormas hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah dalam menangani ormas yang tidak sesuai dengan pancasila, UUD 1945, dan aturan yang berlaku di NKRI,” sebagaimana yang tertulis pada poin satu.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari Perpu tersebut, jajaran kepolisian diperintahkan untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket), monitoring, kegiatan penggalanan (giat gal) dan deteksi dini terhadap Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Daerah, Tokoh Adat dan Ormas Islam untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penegakkan hukum guna terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian terkait kebenaran surat telegram ini.

Reporter : MAIM
Editor : MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Baca Juga  Sikapi SKB 3 Menteri Soal Seragam Sekolah, MUI: Perlu Direvisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *