Buton Ekobis

Pemerintah Pusat Apresiasi Kesiapan Pemprov Sultra Jadikan Asbuton Sebagai Aspal Andalan di Indonesia

DURASISULTRA.ID, BUTON – Rombongan Tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) berkunjung ke Kabupaten Buton, Senin (1/2/2021). Ketua Asosiasi Pengembang Aspal Buton (Aspabi) dan Direktur Utama PT. Kartika Prima Abadi juga terlihat turut serta dalam rombongan.

Kehadiran rombongan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sultra H. Ali Mazi, yang didampingi oleh Wali Kota Bau Bau AS Thamrin, dan Bupati Buton La Bakry, serta sejumlah pejabat pemerintahan lainnya di lingkup provinsi dan Kabupaten/Kota.

Hadirnya Rombongan dari Kemenko Marves bertujuan untuk meninjau sejumlah perusahaan dan lokasi pertambangan aspal di Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu. Selain itu, rombongan tersebut juga melihat langsung sarana prasarana Pelabuhan Nambo dan Pelabuhan Banabungi.

“Suatu kehormatan bagi kami, beliau (Gubernur Ali Mazi) bersedia hadir bersama kami menunjukkan langsung wilayah yang dapat dieksplorasi dan nanti diekspektasi untuk masyarakat umum agar ekonomi berkembang lebih baik lagi,” ujar Ayodhia GL Kaleke, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Marves.

PT. Wijaya Karya (Wika) Bitumen menjadi tempat pertama yang dikunjungi oleh rombongan. Perusahaan yang mengelola sumber daya aspal dalam bentuk bahan jadi ataupun siap pakai itu disebut telah mendapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk mengelola 100 Ha areal pegunungan aspal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prov. Sultra, Ridwan Badallah, mengungkapkan bahwa secara umum, potensi aspal di Kabupaten Buton seluas 60.000 Ha, namun baru dieksploitasi seluas 400 Ha oleh 42 IUP perusahaan yang eksploitasi produksi, sementara 6 perusahaan telah produksi.

“Di antaranya ialah PT. Wijaya Karya (Wika) Bitumen seluas 101 Ha dan PT. Kartika Prima Abadi yang insya Allah bulan Mei tahun 2021 akan memproduksi dalam bentuk kemasan 25 – 50 Kg, sehingga memudahkan pengangkutan, jelasnya yang juga turut serta mendampingi Gubernur Sultra selama kunjungan kerja di Bau Bau dan Buton.

Baca Juga  Lantik Kepala SMAN & SMKN, Kadis Dikbud Sultra: Bangun Kerja Sama dengan Guru, Jangan Pakai Manajemen Tusuk Sate

Selanjutnya, Gubernur Sultra, Wali Kota Bau-Bau dan Bupati Buton serta Tim Kemenko Marves bersama rombongan lainyna meninjau Pelabuhan Nambo yang dipersiapkan sebagai salah satu penyangga insfrastruktur pengiriman dan suplai ke daerah lain.

“Gubernur Sultra bersama rombongan menyampaikan kepada tim kementerian bahwa perlunya pengembangan dan perluasan pelabuhan Nambo dan perlunya dikonsentrasikan pelabuhan tersebut sebagai penyangga pelabuhan utama pengiriman aspal buton,” ungkap Ridwan Badallah.

“Setelah berkeliling di Pelabuhan Nambo, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju PT. Kartika Prima Abadi. Di sana seluruh tim dipersilakan memasuki salah satu ruang meeting untuk mendengarkan presentasi dari salah satu direktur perusahaan tentang pabrik aspal yang telah mereka bangun. Pabrik tersebut nantinya menjadi pabrik aspal yang dapat menyuplai kebutuhan aspal dalam dan luar negeri,” imbuhnya.

Pelabuhan Banabungi adalah rute terakhir peninjauan dan cek fisik yang dilakukan rombongan gubernur dan tim kemenko marvas.

Pada malam hari, sejumlah pejabat yang terdiri dari sebagian Tim Gubernur, Tim Kementerian, Tim Bupati Buton dan Tim Wali Kota Bau-Bau melakukan rapat tertutup di salah satu ruangan Hotel Zenith. Rapat tersebut dipimpin Gubernur Ali Mazi.

Di antara poin penting yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat yang diwakili oleh Tim dari Kemenko Marves bahwa Pemerintah Pusat sangat mendukung dan memprioritaskan aspal Buton dalam membangun infrastruktur jalan di tanah air. Tim juga menyampaikan bahwa pengelolaan aspal Buton tersebut akan menggunakan sistem digitalisasi.

“Pemerintah Pusat sangat serius menggunakan aspal buton dengan kebijakan 1000 Km menggunakan aspal buton,” ungkap Ridwan Badallah yang juga turut serta dalam rapat terbatas tersebut.

“Pada akhirnya, tim kementerian mengapresiasi seluruh kesiapan pemeritah provinsi sulawesi tenggara terkait kebijakan pemerintah pusat untuk menjadikan aspal Buton sebagai aspal andalan untuk pengaspalan di Indonesia, dan ke depan akan menggantikan aspal cair yang secara ekonomis dan produksi lebih menguntungkan dan memudahkan, jelasnya.

Baca Juga  Masuk Proyek KPBU, Pembangunan Jembatan Muna - Buton Akan Dimulai Tahun Ini

Dalam diskusi tersebut, sejumlah Kepala Dinas lingkup Prov. Sultra yang terkait dengan program ini juga menyampaikan kesiapannya untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut, di antaranya ialah Kadis ESDM  Andi Azis, Kadis Bina Marga Abdul Rahim, Kadis Kehutaan Ir. Sahid, Kadis Lingkungan Hidup Ashar, Kadis Perhubungan Hado Hasina. Tak ketinggalan Kadis PUPR Kab. Buton yang menyatakan kesiapan mereka untuk membangun jalan pintas di lokasi pertambangan tersebut.

Laporan : MRD
Editor : MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *