Kolaka Utara Pelayanan Publik

Pembangunan Bandara Kolut Masuk dalam RPJM Nasional

Pembangunan Bandar Udara (Bandara) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), dipastikan masuk dalam program strategis nasional. Ini merupakan respon positif Pemerintah Pusat atas keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolut, dalam upaya membangun sarana transportasi udara di Kabupaten yang terletak di ujung utara Sultra tersebut.

“Pembangunan Bandara Kolut masuk dalam program rencana strategis nasional untuk lima tahun ke depan. Total ada 21 Bandara yang masuk dalam program rencana strategis nasional, Bandara Kolut termasuk salah satu di dalamnya,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kolut, Ir Junus, beberapa hari lalu.

Bupati Kolut, Nurrahman Umar, menerangkan bahwa butuh kerja keras dan komunikasi yang intens dengan pemerintah pusat sehingga bandara dengan luas 164 hektar tersebut masuk dalam prioritas nasional dan termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional bersama 21 bandara lainnya.

“Setelah melakukan upaya dan lobi yang intens maka saya dapat pastikan bahwa, bandara Kolaka utara sudah masuk dalam prioritas nasional,karena sudah tertian dalam RPJM Nasional,” ungkapnya.

Menurut Kadis Perhubungan, untuk dapat terakomodir dalam program strategis nasional, Pemkab Kolut harus bersaing dengan Kabupaten-Kabupaten lain untuk mendapatkan restu dari Pemerintah Pusat.

“Kita bersaing dengan Kabupaten lain berebut simpati pihak Kementerian, di antaranya Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Bombana, Konawe Kepulauan (Konkep) dan Kabupaten lain, dan hasilnya Kolaka Utara yang diakomodir di Kementerian. Kita tentu patut berbangga atas hal ini,” terang Kadis.

Soal pembangunan Fisik landasan Pacu dan terminal tunggu, Junus menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi domain pusat mengucurkan anggaran hingga proyek tuntas.

“Yang jelas untuk fisik semua dibiayaai APBN terkecuali soal lahan termasuk penimbunan hingga tanggul kami selesaikan,” ujarnya.

Baca Juga  Rayakan HUT ke 190, Pemkot Kendari Kurangi Denda 10 Jenis Pajak Hingga 100%

Terkait realisasi pembangunan Bandara yang berlokasi di pesisir pantai Kecamatan Kodeoha tersebut, Kadis mengungkapkan, saat ini progresnya tengah dalam tahap pematangan dan penyiapan lahan. Untuk realisasi proyek pematangan dan penyiapan lahan dimaksud, Pemkab Kolut mengucurkan APBD sebesar Rp 41 miliar lebih.

“Saat pertama kali digagas di Kementerian, pihak Kementerian mensyaratkan harus ada sharing pendanaan. Jadi saat itu kita sepakat, untuk pembiayaan pembangunan sisi darat menjadi tugas dan kewenangan Pemda, dan pembangunan sisi udara menjadi tugas dan kewenangan pihak Kemeterian,” jelas Kadis.

Olehnya itu ungkap Kadis, pembangunan sisi darat inilah yang saat ini tengah dituntaskan, yang menunjukkan keseriusan Pemkab Kolut untuk mewujudkan pembangunan Bandara di Kolut. Menurutnya, setelah proses pematangan lahan ini tuntas, maka pada tahun 2022 mendatang pihak Kemenhub sudah akan merealisasikan pembangunan runway alias  landasan pacu.

“Jadi ini baru pematangan lahan belum masuk pada konstruksi kegiatan bandara, ibaratnya ini baru pekerjaan penunjang untuk bandara,” pungkasnya. 

Editor: MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *