Fatwa & Putusan Kesehatan Nasional

MUI: Vaksin AstraZeneca Haram, Tapi Bisa Digunakan

DURASISULTRA.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengumumkan fatwa terkait vaksin corona AstraZeneca. Vaksin yang dikembangkan pertama oleh Inggris dan Swedia itu dinyatakan haram.

“Vaksin AstraZeneca mengandung tripsin (ada kandungan babi) dalam proses pembuatannya,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam jumpa pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Keputusan tersebut tertuang dalam Fatwa No. 14 tahun 2021, yang pada tanggal 17 Maret 2021 telah diserahkan ke pemerintah. Hari ini fatwa dijelaskan ke publik. Kesimpulannya fatwa terkait AstraZeneca dinyatakan haram tapi masih boleh digunakan.

“Tapi boleh digunakan dengan sejumlah syarat,” tutur Niam.

Asrorun menjelaskan, ada 5 pertimbangan vaksin AstraZeneca tetap boleh digunakan meskipun haram, berikut daftarnya:

  1. Kondisi kebutuhan yang mendesak atau hajjah asyariah dalam konteks fiqh yang menduduki kedudukan darurat syari atau darurat syariah.
  2. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpeceya tentang bahaya atau risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi COVID-19.
  3. Ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID guna ikhtiar mewujudkan herd immunity.
  4. Ada jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah sesuai penjelasan saat komisi fatwa melakukan kajian.
  5. Pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin COVID-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia dan tingkat global

Sebelumnya, tak sedikit publik yang sampai saat ini masih penasaran. Apa saja kandungan vaksin ini, sebab sejumlah isu masih ramai diperbincangkan. Seperti disebut menyebabkan penggumpalan darah hingga menyebabkan beberapa kematian lansia di Eropa. Namun AstraZeneca sudah menjamin bahwa vaksin mereka aman.

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Baca Juga  Jangan Lupa Hari Ini: 3 April, Hari NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *