Kendari Lingkungan Hidup

Miliki Potensi SDA yang Luar Biasa, Sultra Diusulkan Sebagai Kawasan Strategis Nasional

DURASISULTRA.ID, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, menggelar rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (pemprov) di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (18/01/2021).

Sejumlah pejabat yang ikut serta dalam ratas tersebut ialah Asisten Bidang Pemerintahan Basiran, Asisten Bidang Administrasi Umum La Ode Mustari, Kepala Dinas Sumber Daya Alam dan Bina Marga Abdul Rahim, Kepala Dinas Perhubungan Hado Hasina, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Andi Azis, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ridwan Badallah, dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Belli Tombili.

Di antara poin krusial yang dibahas dalam ratas tersebut adalah keinginan pemprov untuk mengusulkan Sultra ke pemerintah pusat sebagai Kawasan Strategis Nasional. Kawasan Strategis Nasional sendiri adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia.

Gagasan tersebut dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam dan mineral yang sangat besar di wilayah sultra. Selama ini Sultra telah dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi nikel yang tersebar di hampir seluruh Kota/Kabupaten di Sultra.

“Selain memiliki aspal alam, Sultra juga merupakan daerah yang memiliki potensi nikel sangat besar, yang tersebar di 11 dari 17 kabupaten/kota yang ada, yaitu Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Buton, Buton Utara, dan Buton Selatan,” ujar Kadis Kominfo, Ridwan Badallah, dalam press releasenya, Senin (18/01/2021).

Ridwan menambahkan, Sultra juga memiliki emas, minyak dan gas bumi (migas). Selain emas yang terdapat di Kabupaten Bombana, Sultra memiliki enam wilayah kerja migas yaitu Blok Buton 1, Blok Buton 2, Blok Buton 3, Blok Kolaka-Bombana, Blok Kolaka-Lasusua, dan Blok Kabaena/Bone.

Baca Juga  Hindari Kerumunan Jelang Nataru, Jembatan Teluk Kendari akan Ditutup untuk Aktivitas Perdagangan

“Belum termasuk potensi mangan, kromit, marmer, batu gamping dolomit (kapur pertanian), batu gamping, tanah liat, pasir kuarsa, pasir besi, dan magnetit,” ungkapnya.

Selain bidang energi dan sumber daya mineral tersebut, Sultra juga memiliki potensi sumber daya alam lainnya, meliputi bidang perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata dan kehutanan, yang masih sangat terbuka peluang untuk dikembangkan.

“Dari sisi regulasi untuk memberikan dukungan, Sultra juga telah menyusun Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2014–2034,” tutupnya.

Dalam ratas ini juga dibahas perihal pengembangan dan peningkatan aspal Buton di dalam negeri. Hari ini, Selasa (19/01/2021), Gubernur dijadwalkan menghadiri rapat koordinasi mengenai implementasi penggunaan aspal Buton pada jalan nasional/proyek nasional di berbagai daerah Indonesia yang digagas Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Editor : MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *