Muna Pendidikan

Miliki Potensi Ekonomi Miliaran Rupiah per Tahun, Yayasan Ibnu Abbas Muna Gandeng FEBI IAIN Kendari Gelar Diklat Tata Kelola Keuangan

DURASISULTRA.ID, MUNA – Sebagai sebuah yayasan pendidikan yang berkembang sangat pesat di Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Yayasan Ibnu Abbas Muna (YIAM) terus melakukan pembenahan internal demi memaksimalkan segala potensi yang dimiliki.

Termasuk dalam hal tata kelola keuangan yayasan. Dengan jumlah siswa yang melebihi 1.000 orang, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta telah memiliki cabang di Kecamatan Lasalepa dan Tongkuno, YIAM kini memiliki asset hingga miliaran rupiah per tahun. Kondisi tersebut menuntut YIAM untuk memiliki manajemen keuangan yang tertata rapi dan dikelola secara profesional.

Ketua Yayasan Ibnu Abbas Muna, Hasrullah, S.Pd.I., SH mengungkapkan bahwa pihak yayasan sangat membutuhkan pendampingan dalam meningkatkan profesionalitas tata kelola keuangan yayasan.

“Sudah lama kami ingin melakukan pengelolaan keuangan yang terstandar, namun kemampuan kami masih sangat terbatas. Kami juga ingin mendirikan koperasi sendiri yang akan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi yayasan namun lagi-lagi kami terkendala soal skill dan pengalaman,” tutur Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar ini.

“Sudah 3 kali kami mendirikan koperasi namun selalu saja bubar di tengah jalan disebabkan oleh tata kelola yang masih minim pengetahuan dan pengalaman,” imbuhnya.

Atas dasar hal itulah, YIAM memanfaatkan kunjungan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang sedang menggelar kegiatan pengabdian masyarakat selama tiga hari (9–11/4/2021), untuk mendapatkan pendampingan terkait hal yang dibutuhkan.

Pada kesempatan tersebut, FEBI memberikan pendampingan terkait proses pendirian dan pengembangan Lembaga Keuangan, Koperasi Syariah dan Baitul Maal Wat Tamwiil (BMT) berbasis komunitas/organisasi masyarakat.

Baca Juga  Hasil SNMPTN 2021 Diumumkan Hari Ini, Berikut Linknya

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Abdul Wahid Mongkito, M.E.I bersama dosen keuangan Syariah Muljibir Rahman, SE, M.E.Sy., memberikan pembekalan tentang bagaimana cara mengembangkan lembaga keuangan tersebut.

Mereka memberikan gambaran tentang struktur organisasi, akad dan produk koperasi dan BMT, Laporan Keuangan Koperasi Syariah dan BMT termasuk persyaratan dan tata cara pendirian.

Pihak yayasan juga mendapatkan pendampingan terkait Pengelolaan Lembaga dan Manajemen Keuangan Pondok Pesantren dan Sekolah Berbasis Teknologi, yang disampaikan oleh Dr. Suman Anselah yang merupakan Dosen Lembaga Keuangan Syariah, dan Alwahidin, M.Sc, seorang alumni Manajemen Keuangan Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Ketua dosen dari Program Studi Perbankan Syariah itu juga sekaligus memenuhi permintaan yayasan akan kebutuhan akredasi sekolah.

Kegiatan pendampingan diikuti secara serius dan antusias oleh peserta dari pihak yayasan, baik pada sesi ceramah maupun diskusi.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan hari ini, sungguh kegiatan sperti ini sudah lama kami tunggu”, kata Ketua Yayasan Ibnu Abbas Muna Hasrullah usai kegiatan ini berlangsung.

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *