Berita

Merasa Diperas dan Dipermalukan, Kadis Kominfo Laporkan Mantan Rekan Kerjanya ke Polda Sultra

DURASISULTRA.ID, KENDARI – Kapala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sulawesi Tenggara (Sultra), M. Ridwan Badalla, mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khsus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Senin (5/4/2021)

Ridwan Badallah bersama dengan Tim Kuasa Hukumnya, Abdi Mouhari, S,H., M.H., menjalani pemeriksaan atas laporannya kepada salah satu media daring yang ada di Sultra dan juga melaporkan perbuatan mantan rekan kerjanya yang bernama Agus Yusuf di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, 10 tahun silam.

Melalui Kuasa hukumnya, Ridwan Badallah geram diadukan dan dituding melakukan dugaan penipuan dan dianggap tidak mampu menyelesaikan pengembalian dana hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh mantan rekan kerjanya itu.

Karena itu, Ridwan Badallah yang didampingi tim penasehat hukumnya, membantah hal tersebut. Selain dituding menipu, pemberitaan di media daring pun muncul walau perkara tersebut tidak benar menurutnya.

“Semua dana yang sempat diterima oleh kliennya dari pelapor sudah dikembalikan. Dana tersebut merupakan dana operasional dan akomodasi pengurusan anggaran dan Kegiatan APBNP 2010,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, tidak ada unsur pidana yang dilakukan kliennya, karena kewajiban kliennya sudah dibayarkan.

Malah yang cukup mengejutkan, kata Abdi, kenapa baru sekarang Agus Yusuf menagih dana tersebut. Abdi menduga ada unsur pemerasan, disertai pencemaran nama baik yang dilakukan pelapor terhadap kliennya.

“Kalau betul klien kami memiliki sangkutan kepada Agus Yusuf , kenapa baru melakukan penagihan di rentang waktu 10 tahun ini, saya menduga hal itu sengaja dibuat untuk memeras dan mempermalukan Ridwan Badallah yang saat ini menjabat Kadis Kominfo Sultra“ ketusnya.

Abdi Mouhari menantang Agus yusuf beserta kuasa hukumnya untuk membuktikan perbuatan hukum yang dilakukan oleh Ridwan Badallah, yang mana menurut dia, atas dugaan penipuan dan atau penggelapan ditunjukkan kepada Ridwan Badallah bukan suatu tindak pidana.

Baca Juga  Tetapkan HATI Sebagai Bupati & Wabup Wakatobi, KPU: Dinamika Pilkada Selesai, Saatnya Berpikir Pembangunan ke Depan

“Oleh karena itu kami sarankan kepada saudara untuk mengajukan gugatan secara perdata di pengadilan negeri setempat untuk membuktikan serta menggali kebenaran materiil secara lebih sempurna,” pungkasnya.

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *