Konawe Selatan Lingkungan Hidup

Lindungi Ekosistem Pesisir Pantai, 3 Lembaga Pemerhati Abalon Gandeng Masyarakat Kolono Tanam Ratusan Bibit Mangrove

DURASISULTRA.ID, KONAWE SELATAN – Proses Abrasi di bibir pantai Desa Batu Putih, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), terus mengalami perluasan. Padahal pesisir Pantai di Kecamatan Kolono merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi.

Kawasan tersebut dinilai oleh para pakar perikanan sebagai daerah yang sangat cocok untuk mengembangkan Budidaya Perikanan, baik berupa Abalon, Lobster, Udang dan Jenis Ikan Ekonomis lainnya.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Pusat Pengkajian dan Penelitian Abalon (Abalone Research Center), Abalone Care Indonesia dan juga Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (FKIP UHO) berinisiatif melakukan Program Abalone Cares For The Environment berupa kegiatan penanaman bibit mangrove di wilayah pantai Desa Batu Putih, Ahad (14/02/201).

“Terjadinya Abrasi Pantai di beberapa wilayah terutama di pantai desa Batu putih membutuhkan penanggulangan secara kolaboratif antar lembaga. Sebab dampaknya yangg selain mengurangi luas daratan yang terkikis abrasi, juga berpengaruh terhadap kondisi ekosistem pantai yang merupakan habitat biota laut bernilai ekonomis,” ujar Rahmat Arif Adimulya, Pengurus Abalone Care Indonesia.

“Kami juga dibantu oleh Kelompok Nelayan Masyarakat setempat yang aktif sejak pagi hingga siang hari,” imbuhnya.

Arif, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa Bibit Mangrove yang sempat ditanam pada kesempatan tersebut merupakan Bibit Jenis Rhizophora sp, dengan jumlah 350 Bibit Pohon.

“Bibit diperoleh secara mandiri dengan mengambil langsung di alam di Perairan Pantai Desa Tumbu Tumbu Jaya, Kec. Kolono Timur, Kab. Konsel dan juga di Kawasan Teluk Kendari,” jelas Arif.

Kegiatan peduli lingkungan ini sendiri didanai secara mandiri oleh masing-masing lembaga yang menginisiasi kegiatan ini.

“Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kita rutinkan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan strategis dan pemeliharaan alam yang merupakan karunia dari Allah subhanahu wa ta’aala. Bagi masyarakat yang ingin ikut terlibat mendanai, kami sangat terbuka,” tutup Arif.

Baca Juga  Bikin Resah Masyarakat, Usaha Burung Walet yang Belum Berizin Terancam Ditutup

Laporan: MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *