Kendari Sosial

Lestarikan Kebudayaan di Kota Kendari, Dewan Kebudayaan Dibentuk

DURASISULTRA.ID, KENDARI – Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari (DK3) baru saja dibentuk. Kehadirannya diharapkan dapat melestarikan sekaligus mengembangkan kebudayaan yang ada di Kota Kendari sehingga menjadi magnet masyarakat luas menikmati kebudayaan yang ada.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir yang juga didaulat sebagai Ketua Dewan Pembina insya Allah akan melantik pengurus DK3 tersebut pada 21 Februari 2021 mendatang di salah satu hote di Kota Kendari.

Ketua Harian Dewan Kebudayaan Kota Kendari, Rahman Rahim menjelaskan bahwa, pembentukan Dewan Kebudayaan Kota Kendari dimaksudkan sebagai mitra utama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk melestarikan, melindungi, mengembangkan, membina dan memanfaatkan kebudayaan di daerah yang tertuang dalam 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

“Pembentukan Dewan Kebudayaan ini tentunya sebagai penggerak pembangunan bidang kebudayaan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kota Kendari,” terang Rahman kepada awak media, Kamis (18/2/2021).

Katua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Tenggara ini menambahkan, pembentukan Dewan Kebudayaan merupakan amanat Undang-Undang yang harus dijalankan. Kemajuan kebudayaan, lanjut Rahman, akan menimbulkan multiplier effect terhadap kemajuan suatu daerah.

“Pariwisata suatu daerah bisa maju dan berkembang karena budayanya. Kalau budayanya berkembang, pasti perekonomian akan ikut berkembnag, ini merupakan multiplier effect. Pariwisata dan kebudayan bagian yang tidak terpisahkan, semua dimensi harus saling menopang,” ungkapnya.

Menurutnya, Kota Kendari merupakan icon miniatur nusantara. Pasalnya, hampir semua etnis di Indonesia ada di ibu kota Sulawesi Tenggara ini. Artinya, sambung Rahman, dengan keberagaman kebudayaan bisa menjadi modal besar untuk menarik masyarakat luas berkunjung ke kota lulo.

“Kami berharap kehadiran Dewan Kebudayaan menjadi salah satu upaya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang kita miliki,” ucapnya.

Baca Juga  WIZ Sultra Gerai Muna Salurkan Paket Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19 di Dua Kelurahan

Di tempat yang sama, Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Kendari, Rasidin menambahkan
kehadiran Dewan Kebudayaan Kota Kendari tidak hanya mengurusi adat istiadat, tetapi juga mengurusi terkait seni dan budaya.

“Jadi sasarannya itu pemberdayaan dan pembinaan lembaga maupun organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang kebudayaan, termasuk paguyuban dan pelaku maupun penggiat seni dan budaya di Kota Kendari,” papar Rasidin.

Termasuk, lanjut dia, melakukan pemajuan melalui upaya pelestarian, pelindungan, pengembangan pemanfaatan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

“10 OPK ini diantaranya tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus dan pengetahuan tradisional,” pungkas Radisin.

Diketahui, pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari berasal dari berbagai profesi, seperti pegiat seni budaya, akademisi dan paguyuban. (RakyatSultra)

Editor : MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *