Bombana Buton Kolaka Utara Pendidikan

Lantik Kepala SMAN & SMKN, Kadis Dikbud Sultra: Bangun Kerja Sama dengan Guru, Jangan Pakai Manajemen Tusuk Sate

DURASISULTRA.ID, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan kepada para Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang berasal dari Kabupaten Buton sebanyak 26 Orang, Kabupaten Kolaka Utara sebanyak 15 orang, dan Kabupaten Bombana 34 orang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Dikbud Sultra dengan dihadiri oleh beberapa perwakilan dari tiap daerah, dan selainnya mengikuti secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Dikbub Sultra, Asrun Lio, berharap agar para Kepala Sekolah yang dilantik ini dapat bersama-sama mendukung dan mewujudkan proses pendidikan yang baik, serta siap memberi tindakan tegas jika dianggap tidak mampu untuk itu.

“Saya menitipkan untuk bersama-sama mendukung dan mewujudkan proses pendidikan yang baik. Dukunglah dengan kerjasama yang baik, tetapi bila Kepala Sekolah tidak mampu dan penuh dengan konflik, saya harap semua guru untuk siap melaporkannya kepada saya. Kami siap untuk mencopot Kepala Sekolah yang bersangkutan jika betul-betul tidak mampu,” tegasnya.

Asrun memberi target waktu selama tiga bulan untuk meningkatkan kinerja dan prestasi. Dan jika tidak mampu, maka akan dikembalikan menjadi guru biasa.

“Kepala Sekolah pada dasarnya adalah guru biasa, yang kemudian diberi tambahan tugas sedikit saja. Kepala Sekolah itu merupakan guru juga dan sewaktu-waktu dapat dijadikan guru biasa kembali. Itu lumrah dan tidak ada luar biasa. Jangan lupa itu. Saudara-saudara adalah guru juga dan kewajiban utama adalah sebagai guru yaitu menjaga serta mengembangkan pembelajaran di sekolah sebagai guru lainnya”

Olehnya itu, Lulusan Australian National University ini berharap agar Kepala Sekolah terus membangun kerja sama yang baik dengan guru-gurunya, dan tidak bekerja sendiri layaknya Manajemen Tusuk Sate.

Baca Juga  Masuk Proyek KPBU, Pembangunan Jembatan Muna - Buton Akan Dimulai Tahun Ini

“Jangan mengambil manajemen tusuk sate, karena dia yang potong daging, dia yang masak, dia juga yang jual. Semuanya dia lakukan sendiri, tanpa melibatkan orang lain. Artinya kepala sekolah bekerja sendiri tanpa melibatkan guru-guru yang ada di sekolah tersebut. Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas harus melibatkan semua komponen yang ada di sekolah, termasuk guru,” terangnya.

Di akhir sambutannya, Asrun mengajak Kepala Sekolah dan seluruh pengajar yang ada di sekolah agar bersama-sama meningkatkan pendidikan yang ada di Sulawesi Tenggara.

“Saya mengucapkan selamat bekerja dan tingkatkan prestasi kepada seluruh Kepala Sekolah yang baru saja dilantik, serta mengoptimalkan mutu pendidikan para siswa dengan meningkatkan kemampuan belajar siswa di sekolah. Pendidikan itu berjenjang, tidak ada yang instan,” pungkasnya. (MAIM)

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *