Berita Lingkungan Hidup Wakatobi

Kepala Batu! Berulang Kali Ditegur, Aktivitas Pertambangan Ilegal Tetap Berulang

DURASISULTRA.ID, WAKATOBI – Aktivitas pertambangan galian C Ilegal sudah terjadi kurun waktu yang lama, bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini wilayah penambangan ilegal terus meluas, terbukti setelah pihak Polres Wakatobi menyita 1 unit alat berat Excavator milik PT. Buton Karya Kontruksi (BKK) yang melakukan penambangan ilegal bertempat di Kelurahan Mandati, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, 11 Maret lalu.

Kendati demikian, kepolisian memliki dasar untuk melakukan penghentian, di antaranya laporan masyarakat setempat dan izin pertambangan atau tak memiliki izin (Ilegal).

Saat dikonfirmasi, Jaemuna, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup, mengatakan bahwa pihaknya telah menegur terkait pengrusakan lingkungan, salah satunya lewat galian C, namun kontraktor tetap tidak mematuhi himbauan terhadap analisis dampak lingkungan atau amdal.

“Bukan sekali dua kali ditegur, hanya saat pihak kami masih di lokasi tambang para kontraktor berhenti menggali, tapi saat ditinggalkan lanjut lagi kembali,” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa tahun 2014 yang lalu pihak DPRD bersama pemerintah setempat sepakat melanjutkan galian C dengan syarat penambang meratakan gundukan atau gunung, bukan menggali.

“Mereka tidak lagi mematuhi hasil kesepakatan bersama antara Pemda dan DPRD setempat yakni meratakan bukit atau lokasi tak layak tanam,” ujarnya.

“Kalaupun pada akhirnya daerah memberikan kawasan tambang lewat RT/RW harusnya nya tidak melakukan penggarapan begitu saja,” imbuhnya.

Hal tersebut juga sejalan dengan yang diungkapkan oleh Humas Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW), Abdul Aziz, galian C tak hanya merusak ekosistem namun juga mengancam kehidupan masyarakat kedepannya karena aktivitas penggalian di darat merupakan pendorong terbesar pengrusakan alam.

“Seandainya dalam RT/RW telah diatur dengan menempatkan kawasan tambang galian C dengan pengambilan material dengan meratakan gunung, bukan berarti kondisi tersebut aman dikarenakan gunung adalah sebuah ekosistem tak terpisah yang berfungsi untuk mengikat, jika terjadi gempa Wakatobi tetap aman,” jelasnya.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Himbau Masyarakat Tidak Beri Sumbangan ke Anjal

Pihaknya pun mengingatkan kepada seluruh masyarakat maupun pemerintah agar bijak mengelola seluruh kawasan-kawasan yang ada di daerah sehingga terjaminnya kelangsungan hidup masyarakat di kemudian hari. (LNA/MAIM)

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *