Lingkungan Hidup Peristiwa Wakatobi

Diduga Gunakan Material Hasil Galian C Ilegal, Polres Wakatobi Sita 1 Unit Ekskavator

DURASISULTRA.ID, WAKATOBI – Kepolisian Resor (Polres) Wakatobi menyita 1 unit Ekskavator yang sedang beroperasi di Lingkungan Endapo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Selasa (9/3/2021). Alat Berat milik PT. Buton Karya Kontruksi tersebut diketahui sedang mengerjakan Proyek Pekerjaan Rekontruksi Jalan Pahlawan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran (TA) 2021.

Alat Berat tersebut kini dipasangi Police Line (Garis Polisi-Red) oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Wakatobi.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Wakatobi AKBP Suharman Sanusi melalui Kasat Reskrim, Iptu Juliman mengungkapkan bahwa posisi alat berat tersebut sementara masih di lokasi pekerjaan proyek.

Iptu Juliman menambahkan, pihaknya akan menyita dan membawa alat berat tersebut ke mapolres guna penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah dipolice line. (Alat Beratnya saat ini-Red) masih di TKP, rencana besok dibawa ke Polres,” katanya Via WhatsApp pribadinya, Rabu (11/3/2021) kemarin.

Belum diketahui sebab pasti dari penyitaan tersebut. Namun diduga kuat hal tersebut terkait dengan pekerjaan yang menggunakan material hasil tambang batuan galian C yang tidak memiliki izin operasional atau ilegal.

Keberadaan Galian C yang berstatus ilegal di Wakatobi telah membuat resah berbagai pihak sejak tahun 2020 yang lalu. Kepala Bidang Penataan uang Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Wakatobi, Faisal Rahmat, pun membenarkan hal tersebut.

“Saya kurang tahu yah apakah setiap kontraktor yang menggali itu sudah punya izin atau belum. Saya rasa belum ada karena pati akan lari ke sini (Bidang Tata Ruang-Red) juga konsultasinya,” terangnya beberapa waktu yang lalu.

Menurut Faisal, lokasi yang dijadikan area pertambanga Galian C tidak sesuai pada peruntukkannya, melainkan kawasan tanaman pangan. Hal itu, lanjutnya, jika merujuk pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), maka bisa dipastikan pelanggaran.

Baca Juga  Soal Galian C Ilegal, Kasat Reskrim Polres Wakatobi Belum Bisa Tetapkan Tersangka

“Pasti kita tahu karena ada kawasan yang dijadikan kawasan pertambangan itu, tapi bukan peruntukannya di situ, misalkan kawasan tanaman pangan, tapi (malah) digali. Di situ itu kan dalam RTRW pelanggaran, merusak itu,” tegasnya

Untuk diketahui, terkait pelanggaran tindak pidana usaha penambangan tanpa izin, para pelaku dapat diancam dengan pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Laporan: MAN
Editor: MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *