Buton

Aspal Buton: Kualitas Dunia Namun Terhambat Oleh Sarana Prasarana

Buton (durasisultra.id) – Jalan adalah infrastruktur dasar dan utama dalam menggerakkan roda perekonomian, baik skala nasional maupun daerah. Hal tersebut disebabkan oleh penting dan strategisnya fungsi jalan untuk mengoptimalkan distribusi barang dan jasa sekaligus mobilitas penduduk. Kualitas jalan itu sendiri sangat ditentukan oleh kualitas aspal yang digunakan.

Dari berbagai macam jenis aspal yang ada di dunia saat ini, Aspal Buton (Asbuton) / Buton Asphalt (Butas) diakui dan terbukti memiliki kualitas terbaik di dunia. “Aspal Buton adalah aspal alam yang ada di Buton dan terbukti kuat. Kualitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan aspal minyak. Pengakuan itu bukan hanya dari Indonesia, tapi negara-negara lain pun sudah mengakui keunggulan asbuton yang bisa digunakan dari jalan desa sampai jalan tol,” kata Ketua Asosiasi Pengembang Aspal Buton Indonesia (ASPABI), Dwi Putranto saat kunjungan kerja di Buton.

Untuk diketahui bahwa aspal yang dikenal di dunia saat ini dibedakan menjadi 2 macam, yakni Aspal Alam dan Aspal Buatan. Aspal Alam sendiri berasal dari 2 sumber, yaitu Lake Asphalt (Aspal yang terbentuk secara alami hingga membentuk sebuah danau) dan Rock Asphalt atau biasa disebut Aspal Gunung yang terbentuk secara alam dalam bentuk batu. Asbuton merupakan bagian dari jenis ini.

Bambang Soeroso, Pemrakarsa Indonesia Forum for Infrastructure Professional menceritakan, pertama kali aspal Buton ditemukan pada tahun 1926 oleh Hetzel, seorang geolog Belanda. Selanjutnya aspal tersebut diolah oleh PT Perusahaan Aspal Negara sampai akhirnya dilaksanakan (salah satunya) oleh PT Sarana Karya (BUMN). “Cadangan aspal Buton yang terukur diperkirakan mencapai 650 juta ton dari sejumlah 2 miliar ton hasil survei Direktorat Energi dan Sumber Daya Mineral, Bandung,” dikutip dalam keterangan tertulis di perpustakaan.bappenas.go.id.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Apresiasi Kesiapan Pemprov Sultra Jadikan Asbuton Sebagai Aspal Andalan di Indonesia

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton sendiri terus berupaya meyakinkan pemerintah pusat bahwa Asbuton sangat siap menjadi pengganti aspal minyak yang selama ini diimpor Indonesia dari negara lain. “Cadangan aspal kita cukup walaupun se-Indonesia ini pakai Aspal Buton,” kata Bupati Buton, La Bakry, kepada Kendari Pos beberapa waktu yang lalu.

Hanya saja beliau mengakui bahwa hambatan saat ini adalah fasilitas pengangkutan bahan baku aspal. Menurutnya, jika dibutuhkan 3 hingga 4 ton juta per tahun maka memerlukan kapasitas pelabuhan yang memadai, sehingga diharapkan peran pemerintah pusat untuk membantu penyediaan sarana pelabuhan yang memadai. “Kita harapkan dari pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah menyiapkan sarana pelabuhan. Pemkab Buton sudah menyiapkan lahan seluas 150 x 500 meter. Kita akan reklamasi karena dangkal. Untuk kedalaman pelabuhan sudah sangat ideal untuk kapal berlabuh dan memuat aspal dalam kapasitas besar,” ungkapnya.

Adapun untuk kelancaran distribusi aspal dari pabrik menuju pelabuhan, Pemkab Buton juga sudah mulai membangun jalan alternatif sepanjang 28 Km, yang direncanakan akan tuntas pada Oktober 2021.

“Satu per satu kita bangun. Semoga mulus sampai pada akhirnya doa-doa kita untuk pemanfaatan kekayaan alam Buton bisa terwujud dalam waktu yang tidak lama lagi,” harapnya.

(Diolah dari berbagai sumber)
Editor : MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One thought on “Aspal Buton: Kualitas Dunia Namun Terhambat Oleh Sarana Prasarana

  1. masya Allah.. luar biasa kekayaan indonesia khususnya sulawesi tenggara kalaulah kekayaan alam ini dikelola dengan baik oleh perintah pusat. maka indonesia akan kaya dan sejatrah terimah kasih kepada durasi sultra. telah memberikan infomarasi kepada kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *