Berita Hankam Kendari

Antisipasi Dini Potensi Radikalisme dan Intoleransi, UHO – NU Sultra – Polda Sultra Teken MoU

DURASISULTRA.ID, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) bersama dengan Pimpinan Wilayah Nahdhotul Ulama Sulawesi Tenggara (Sultra) beserta Kepolisian Daerah (Polda) Sultra mengadakan pertemuan tripartit yang bertempat di Ruang Rektor UHO, Selasa (2/3/2021).

Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka antisipasi sejak dini potensi penyebaran paham intoleransi dan radikalisme, khususnya di Wilayah Provinsi Sultra.

Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad. Zamrun F, S.Si., M.Si., M.Sc. Ketua Tanfidz PW NU Sultra, Drs. K.H. Muslim, M.Si., dan Dir Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Suswanto, SIK., M.Si yang didampingi oleh  AKBP Selphanus Eko dan AKBP Eddy Mulsupianto, serta Prof. Dr. Aris Badara sebagai salah satu penanggung jawab kegiatan.

 

Kepada durasultra.id, Prof. Aris menjelaskan bahwa keterlibatan UHO pada kegiatan ini karena sejak UHO berada di bawah kepimimpinan Prof. Zamrun, praktik deradikalisasi dan toleransi menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan kondusif.

Sementara NU memang sejak berdirinya selalu mengkampanyekan pentingnya toleransi dan moderasi dalam situasi apapun. Di sisi lain, kepolisian, khususnya Polda Sultra memiliki wewenang menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat tertutama gejala intoleransi dan radikalisme.

“Pertemuan ketiga lembaga tersebut akan dituangkan dalam bentuk MoU yang akan ditandatangani oleh masing-masing pimpinan lembaga. Sebagai salah satu implementasi kerjasama tersebut akan dilakukan sarasehan pada tanggal 9 Maret 2021 dengan tujuan menerima masukan dari stakeholder, terutama tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pakar,” jelas Prof. Aris.

Dari hasil rumusan sarasehan tersebut nantinya akan diolah oleh penulis dari Pihak UHO dan NU, yang akan diperkaya dengan pengalaman-pengelaman praktis dari Polda Sultra.

“Hasil olahan tersebut rencananya akan dituangkan dalam bentuk buku yang berisi tentang antisipasi dini intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang sesuai dengan karakteristik Provinsi Sulawesi Tenggara,” terangnya.

Baca Juga  Buka Musda MUI Sultra, Gubernur: Kedepankan Prinsip Saling Mendahulukan dan Tidak Saling Mendahului

Laporan: AB
Editor: MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *