Hankam Nasional

Amnesty Internasional Nilai Polri Lakukan Tindakan Extrajudicial Killings Terhadap Laskar FPI

DURASISULTRA.ID, Jakarta – Setelah mendengarkan hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Amnesty International Indonesia menilai bahwa enam anggota Laskar FPI yang meninggal adalah korban pembunuhan oleh pihak kepolisian.

“Dari temuan penyelidikan Komnas HAM, kami menyimpulkan bahwa enam anggota FPI yang tewas adalah korban pembunuhan di luar proses hukum oleh aparat keamanan,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, melalui siaran pers, Jumat (8/1/2021).

Usman menilai, sekalipun enam anggota Laskar FPI tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum, tetapi mereka tidak seharusnya diperlakukan demikian.

Enam anggota laskar FPI itu tetap memiliki hak ditangkap dan dibawa ke persidangan untuk mendapat peradilan yang adil demi pembuktian, apakah dugaan dan tuduhan yang ditujukan kepada mereka benar atau salah.

“Aparat keamanan tidak berhak menjadi hakim dan memutuskan untuk mengambil nyawa begitu saja. Karena itu kami menilai kasus ini adalah tindakan extrajudicial killings,” ucap Usman.

Maka itu, Usman mendesak hasil investigasi Komnas HAM penting untuk segera ditindaklanjuti. Sebab, hal tersebut dapat memastikan proses akuntabilitas.

Usman juga meminta anggota yang diduga terlibat dalam tindakan extrajudicial killing tersebut harus dibawa ke pengadilan pidana secara terbuka. “Tentunya dengan memperhatikan prinsip fair trial dan tanpa menerapkan hukuman mati,” kata dia.

Reporter : Anindita Tempo

Editor : MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Baca Juga  SE Kapolri: Tersangka Pelaku Ujaran Kebencian yang Minta Maaf Tidak Boleh Ditahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *