Kolaka

2 Bocah Jualan Balon Sambil Belajar Ngaji di Jalan Buat Netizen Terharu

Potret dua orang bocah di Kolaka baru-baru ini menuai sorotan publik media sosial. Bukan tanpa sebab, ternyata kedua bocah tersebut adalah sepasang saudara, dimana sang kakak terlihat sedang mengajari adiknya mengaji menggunakan buku Iqra. Hal tersebut mereka lakukan di tengah kesibukannya sedang berjualan balon di depan salah satu toko swalayan di Kabupaten Kolaka.

Momen haru tersebut diabadikan oleh seorang warga bernama Muhammad Raflee R di akun Facebooknya, Ahad (26/12/2020).

Foto kedua anak itu rupanya diambil oleh salah seorang warga Kolaka bernama Muhammad Raflee R.

Ketika sedang menunggu kakaknya berbelanja ia lalu melihat kedua anak tersebut dari kejauhan sedang membaca buku Iqra, merasa haru Raflee lalu mencoba mengabadikan momen itu menggunakan telefon genggam nya dari jarak jauh lalu membagikannya di media sosial.

“Pada saat saya menunggu saya melihat anak jualan balon tersebut, saya lihat sudah ada Iqra dia simpan di ember tempat dia ikat balonnya. Pada saat itu saya sudah mulai mengambil gambar, dan saat momen dimana si kakak mulai mengajar adiknya saya merasa kagum dan langsung segera mendokumentasikan momen tersebut,” cerita Raflee, melalui sambungan telefonnya, pada Sabtu (26/12).

Kata Raflee, kedua anak itu merupakan anak didik dari Komunitas Taman Pengajian Al-Qu’ran (TPQ) On The Street yang berada di Kabupaten Kolaka, dimana mereka fokus mengajar baca tulis Al-Qur’an kepada anak-anak yang berjualan di jalan.

Wahyu bersama adiknya rupanya sudah beberapa bulan terakhir belajar mengaji bersama Komunitas TPQ On The Street, Kabupaten Kolaka.

Salah seorang pembimbingnya bernama Ust Muhammad Abdul Basit menceritakan kepada kendarinesia, meski sambil berjualan di pinggir jalan ia sangat senang ketika belajar membaca Al-Quran.

Baca Juga  Bupati Kolaka Akan Mutasi Nakes yang Enggan Divaksin

Memang komunitas ini tidak mengajarkan anak-anak mengaji di ruangan maupun di masjid, namun mereka langsung datang dimana tempat anak-anak itu berada, yang kebetulan tempat Wahyu berjualan merupakan tempat mereka mengajarkan anak didiknya baca tulis Al-Qur’an.

“Jadi kami langsung datang mengajar ke tempat kerjanya, kami lihat di pelataran parkiran Top Swalayan ada panggung panggung kecil ya sudah disitu kita bentang tikar untuk mengajarkan anak-anak jalan sekitar situ yang mau belajar membaca Al-Quran,” kata pria yang kerap disapa Ust Aci, pada Sabtu (26/12).

Menurut Ust. Aci, Wahyu memang anak yang baik, kesehariannya usai pulang sekolah memang ia habiskan waktu untuk mencari uang di depan pusat-pusat perbelanjaan guna membantu kebutuhan keluarganya.

“Kalau siang dia menjual masker, sore sampai malam dia jualan balon dan membantu mengangkatkan barang pelanggan dari troli ke kendaraannya,” kata Uci.

TPQ On The Street memang merupakan kader dari Wahdah Islamiyah Kolaka yang mendapat dukungan dari Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ).

TPQ On The Street memang terbilang baru, sehingga kini mereka baru memiliki 12 anak didik yang keseluruhannya memang berada di jalanan.

“Sebagian mereka adalah anak pemulung, ada juga yang berjualan masker, balon dan ada juga anak penjual kacang,” jelasnya.

“Yang kami ajarkan antara lain Berwudhu, belajar mengaji, tata cara sholat bersama, Adab dan akhlah sehari-hari,” tambahnya.

Sumber : FB Muhammad Raflee, Kendarinesia
Editor : MAIM

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *